Fakta Tentang Diabetes Gestasional Pada Kehamilan

Fakta Tentang Diabetes Gestasional Pada Kehamilan

istock 000008661605xsmall Fakta Tentang Diabetes Gestasional Pada KehamilanSaat menjalani masa kehamilan, ibu hamil beresiko terkena diabetes yang biasa disebut diabetes gestasional, yaitu suatu kondisi yang mana menyebabkan kenaikan gula darah dan dapat mempengaruhi kehamilan serta kesehatan bayi yang dikandung.
Diabetes ini terkait dengan dengan faktor perubahan hormonal saat kehamilan.  Selama kehamilan, plasenta memproduksi berbagai hormon dalam kadar tinggi.  Hampir semua hormon ini memperngaruhi kerja insulin di dalam jaringan, sehingga tidak mampu mengontrol kadar gula darah dengan semestinya.

Selama kehamilan, normalnya tubuh memproduksi insulin tiga kali lipat dari biasanya.  Pada kejadian diabetes gestasional, pankreas tidak bisa memproduksi cukup insulin, sehingga banyak glukosa yang tidak  bisa diantarkan memasuki sel-sel tubuh.  Akibatnya glukosa ini terus berkeliaran di dalam aliran tubuh dan membuat kadar gula darah meningkat.

Berikut ini beberapa penyebab diabetes gestasional :

  • Memiliki riwayat diabetes dalam keluarga
  • Mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
  • Pernah melahirkan bayi dengan kelainan bawaan
  • Perempuan yang mengalami kegemukan (indeks massa tubuh lebih dari 29)
  • Usia tua saat hamil (lebih dari 30 tahun)
  • Pernah mengalami keguguran spontan
  • Pernah melahirkan bayi berukuran besar (lebih dari 4 kg)
  • Riwayat hamil dengan hipertensi
  • Infeksi saluran kemih
  • Berlebihan cairan amnion (air ketuban)

Pada ibu hamil yang beresiko tinggi mengalami diabetes gestasional dianjurkan untuk pemeriksaan screening Gestasional Diabetes Mellitus.  Pemeriksaan screening Gestasional Diabetes Mellitus dilakukan pada usia kehamilan antara minggu ke-24 dan ke-28. Hal ini disebabkan pada usia kehamilan tersebut plasenta akan memproduksi hormon yang dapat mengakibatkan resistensi insulin dalam jumlah banyak. Namun bagi ibu hamil yang berusia lebih dari 35 tahun, mempunyai berat badan gemuk, atau memiliki riwayat diabetes dalam keluarga dapat menjalani pemeriksaan screening Gestasional Diabetes Mellitus lebih awal dan lebih sering.
Dokter juga mungkin akan menganjurkan ibu hamil dengan resiko tinggi diabetes gestasional untuk menjalani pemeriksaan gula darah secara rutin.  Jika kadar gula selalu tinggi dari normal, dokter akan meresepkan penggunaan insulin.

Apa dampak diabetes gestasional pada bayi dan sang ibu?

Kadar gula darah yang tinggi saat kehamilan, tentu akan memperngaruhi kondisi ibu hamil maupun bayinya.  Pada awal kehamilan, dapat menyebabkan resiko kelahiran cacat bayi yang dilahirkan khususnya pada jantung dan tulang belakang setelah melahirkan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa pada awal kehamilan yang dapat menghilangkan oksigen pada embrio.
Selama kehamilan trimester kedua dan ketiga, ibu dengan diabetes gestasional mengalami kelebihan nutrisi menyebabkan bayi tumbuh lebih besar (giant baby), sehingga saat melahirkan dapat membahayakan si ibu dan bayi jika tidak ditangani dengan baik, dan harus melahirkan lewat operasi caesar.

Apabila terjadi persalinan lewat vagina, akan meningkatkan resiko terjadinya trauma pada bahu bayi.  Jika janin kelebihan nutrisi  yang menghasilkan hiperinsulinemia, kadar gula darah bayi justru bisa turun bisa turun drastis hingga di bawah normal setelah lahir.  Bayi juga beresiko megalami gejala seperti :

  • hipokalemia neonatal yaitu kadar kalium yang rendah dalam darah
  • hiperbilirubinemia neonatal yaitu kadar bilirubin yang tinggi dalan darah
  • polisitemia yaitu peningkatan jumlah sel darah.

Selain itu, bayi bisa lahir kuning, mengalami masalah pernapasan, bahkan bisa meninggal saat dilahirkan.
Bagi sang ibu, beresiko mengalami pre-eklamsia dan sebagainya.  Di kemudian hari, bayi juga beresiko lebih besar untuk mengalami penyakit diabetes.

Bagaimana mengenal ciri-ciri penderita diabetes gestasional?

Berikut ini gejala dan tanda ibu hamil yang menderita diabetes gestasional yang perlu diwaspadai :
1. Mengalami rasa haus yang berlebihan
2. Sering buang air kecil, terutama di malam hari
3. Meningkatnya rasa lapar, kondisi ini sering tidak disadari
4. Mengalami kelelahan yang berlebihan
5. Mual
6. Mengalami masalah penglihatan seperti terlihat kabur
7. Melalui hasil test laboratorium, kadar gula darahnya berlebihan
8.  Mengalami masalah pada kandung kemih, vagina, maupun kulit

Jika Anda seorang wanita yang akan menjalankan program kehamilan, sebaiknya mengetahui sejak dini faktor apa saja yang menyebabkan diabetes gestasional.

Bagaimana cara mencegahnya?

Meski  hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan diabetes, setidaknya kondisi ini bisa dikendalikan.  Mengontrol kadar gula darah, kadar lemak darah, dan berat badan sangatlah penting guna mencegah komplikasi lebih jauh seperti infeksi, kerusakan ginjal, kerusakan mata, saraf, hingga penyakit jantung.
Pola hidup yang perlu diterapkan meliputi pengaturan pola makan menjadi lebih sehat, olahraga secara teratur, dan menggunakan insulin selama diperlukan.  Monitor kadar gula darah sebelum sarapan dan dua jam setelah makan, mengontrol tekanan darah, dan juga berat badan badan.
Olahraga jalan kaki setidaknya 30 menit, 4-5 kali seminggu, dapat meningkatkan potensi insulin alami dalam tubuh, sehingga kadar glukosa terjaga normal.

Anja Ulf
Tentang Anja Ulf 66 Articles
Sangat mudah untuk mengenal orang yang terbuka seperti Talitha Bansin, tetapi kebanyakan tahu bahwa di atas segalanya dia energik dan obyektif. Tentu saja dia juga blak-blakan, terhormat dan heroik, tetapi mereka kurang menonjol dan sering terjalin dengan obsesif juga . energinya, ada apa yang sering dia kagumi. Orang sering mengandalkan keterampilan organisasi dan organisasinya setiap kali mereka membutuhkan bantuan atau bantuan. Tidak ada yang sempurna tentu saja dan Talitha memiliki suasana hati yang busuk dan hari-hari juga. ketidakjujuran dan keegoisannya menimbulkan banyak masalah, sangat mengganggu orang lain. Untungnya, obyektivitasnya biasanya melunakkan yang terburuk.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*